Body Positivity: Mengapa Bangun Citra Tubuh Positif Itu Penting

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Twitter
citra tubuh

Seperti smartphone, tubuh kita memiliki desain, warna, dan fitur unik. Body positivity adalah seperti sistem operasi yang menghargai dan mendukung setiap model, apakah itu versi terbaru dengan semua fitur canggih atau model lama dengan fitur unik.

Sama seperti kita tidak membandingkan smartphone berdasarkan kecepatan atau kamera saja, kita juga diajak untuk menghargai dan merayakan setiap tubuh dalam keunikannya, tanpa terpaku pada ‘spesifikasi ideal’ yang sering ditetapkan oleh tren dan media sosial.

Baca juga: Mengenal Overthinking Dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Body Positivity

Body positivity adalah gerakan yang mengadvokasi penerimaan semua bentuk tubuh manusia. Ini adalah konsep yang menekankan pentingnya memiliki pandangan yang sehat dan penerimaan terhadap tubuh kita sendiri, terlepas dari standar kecantikan yang seringkali tidak realistis dan sempit.

Gerakan ini bermula sebagai respons terhadap diskriminasi dan standar kecantikan yang tidak realistis. Sejarahnya dapat ditelusuri kembali ke awal abad ke-20, namun popularitasnya meningkat pesat di era media sosial. Media sosial telah menjadi platform penting untuk menyebarkan pesan-pesan positif tentang citra tubuh.

Seiring berjalannya waktu, gerakan Body Positivity berkembang melampaui fokus “ukuran tubuh besar” dan merangkul inklusivitas yang lebih luas. Orang-orang dengan disabilitas, warna kulit berbeda, dan identitas gender beragam kini turut bersuara tentang pentingnya penerimaan diri apa adanya. Gerakan ini juga kritis terhadap standar kecantikan yang mengutamakan kulit putih, rambut lurus, dan bentuk tubuh ramping.

Dengan munculnya platform media sosial seperti Instagram dan YouTube, Body Positivity menjadi sangat kuat. Aktivis dan influencer dari berbagai latar belakang mulai berbagi kisah mereka dan mendorong pesan cinta diri. Jutaan orang dimotivasi untuk mengakui unik mereka karena foto-foto tanpa editan dan kisah-kisah pribadi tentang body shaming dan penerimaan diri.

Gerakan Body Positivity bukan tanpa kritik. Beberapa pihak khawatir gerakan ini bisa mempromosikan gaya hidup tidak sehat atau mengabaikan isu keadilan sistemik dalam diskriminasi. Ada juga kekhawatiran tentang komersialisasi gerakan, di mana perusahaan memanfaatkan tren untuk menjual produk tanpa benar-benar mendukung inklusivitas dan keberagaman.

Manfaat Cita Tubuh yang Positif

Memelihara citra tubuh yang positif adalah cara untuk menjadi lebih baik dalam kesejahteraan fisik dan mental.

Pertama, citra tubuh yang positif menumbuhkan kepercayaan diri. Seperti lampu yang menerangi keindahan batin kita, memungkinkan kita untuk berdiri tegak dalam keunikan kita sendiri. Selain itu, memiliki gambar tubuh yang sehat membantu Anda melindungi diri Anda dari gelombang kecemasan dan stres yang sering terjadi. Kita menemukan ketenangan yang lebih mendalam dalam ketenangan batin ini, yang memungkinkan kita untuk menjalani kehidupan dengan lebih santai dan penuh kesadaran.

Selain itu, memiliki citra tubuh positif meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan dan meningkatkan persepsi kita tentang diri kita sendiri. Selain itu, dengan menyembuhkan dan menghargai tubuh kita, kita dapat menghindari gangguan makan, yang seringkali merupakan hasil dari ketidakpuasan terhadap citra diri kita.

Baca juga: Mengenang Perjuangan Ibu Hadapi Baby Blues Pasca Melahirkan

Cara Menumbuhkan Citra Diri Positif

Menumbuhkan citra tubuh positif adalah sebuah perjalanan yang memerlukan kesadaran, penerimaan, dan perubahan sikap terhadap diri sendiri. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu dalam proses ini:

1. Fokus pada Hal Positif

Mulailah dengan menghargai apa yang bisa tubuh Anda lakukan daripada bagaimana penampilannya. Ini bisa berupa kekuatan fisik, ketahanan, atau bahkan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Apresiasi ini membantu membangun hubungan yang lebih sehat dengan tubuh Anda.

2. Hindari Perbandingan Diri

Ingatlah bahwa setiap orang unik, dan perbandingan seringkali tidak adil dan tidak produktif. Fokuslah pada perjalanan pribadi Anda dan ingatlah bahwa setiap orang memiliki kecepatan dan jalur perkembangannya sendiri.

3. Terima Pendapat Positif dari Orang Lain

Biarkan dukungan dari orang-orang yang Anda percayai membantu Anda melihat kelebihan yang mungkin Anda abaikan. Pujian dan pengakuan positif bisa menjadi pengingat bahwa Anda lebih dari sekadar penampilan fisik.

4. Lakukan Aktivitas yang Membuat Anda Bahagia

Keterlibatan dalam kegiatan yang Anda nikmati dapat meningkatkan mood dan kepercayaan diri. Ketika Anda terlibat dalam hobi atau minat yang Anda sukai, Anda cenderung merasa lebih baik tentang diri sendiri.

5. Pendidikan dan Kesadaran

Mendidik diri sendiri dan orang lain tentang dampak negatif dari standar kecantikan yang tidak realistis dan memahami pentingnya menerima keunikan setiap orang. Pendidikan ini dapat membantu mengubah perspektif dan mempromosikan pandangan yang lebih sehat terhadap tubuh.

6. Gunakan Media Sosial Secara Bijak

Media sosial bisa menjadi alat yang kuat untuk menyebarkan pesan positif tentang tubuh. Namun, penting juga untuk kritis terhadap konten yang Anda konsumsi dan berusaha mengikuti akun yang mempromosikan citra tubuh yang realistis dan positif.

7. Dukungan Komunitas

Terlibat dalam kelompok atau komunitas yang mendukung keberagaman bentuk tubuh dan mendorong penerimaan diri. Komunitas semacam ini bisa menjadi sumber inspirasi dan dukungan, serta tempat untuk berbagi pengalaman dan belajar dari orang lain.

Ingatlah bahwa menumbuhkan citra tubuh positif adalah proses yang berkelanjutan dan memerlukan waktu. Penting untuk bersabar dengan diri sendiri dan terus berlatih menerima dan mencintai tubuh Anda apa adanya.

Baca juga: Distimia: Depresi Kronis Yang Sering Diabaikan

Links

Follow Us

© Copyright 2023 PraktiQu All Rights Reserved.